Jumat, 29 Juni 2012

Boyfriend FanFiction - You're the tittle of my life story

Tittle      : You’re the tittle of my life story
Cast       : Han Ha Neul (Readers), Shim Hyunseong, and All Boyfriend’s member
Genre   : Friendship, Romance
Rating   :PG

~You Are The Tittle Of My Life Story ~

KKrrriinnngggg !!!!! suara jam weker membuyarkan alam mimpi ku. Aku duduk dan mencoba mengumpulkan sisa nyawa ku. Tunggu, mimpi apa ya aku semalam ?? aahh iya~ lagi-lagi aku memimpikan yeoja itu. Yeoja yang sejak 5 tahun lalu masuk ke kehidupan ku dan secara tidak diketahui sudah membuat ku merasakan yang nama nya cinta. Han Ha Neul, sahabat karib ku sejak 5 tahun yang lalu, kami bertemu ketika aku menyelamatkan nya dari 3 orang namja yang ingin meminta tanda tangan nya. Ya, Han Ha Neul adalah seorang yeoja popular disekolah, dia juga seorang model terkenal di kota ini. Banyak namja yang ingin jadi pacar nya, tapi dia tidak pernah menanggapi semua namja itu. Aneh pikirku. Sejak 5 tahun lalu juga aku menjadi “tukang pos” bagi siapa saja yang ingin memberika surat atau kado pada Ha Neul tapi tidak berani memberikan nya secara langsung. Ha Neul yeoja yang dingi, cuek, jutek, dan lain sebagai nya… tapi selama 5 tahun bersahabat, dia selalu baik pada ku.

“heh..heh Hyunseong  !!! sudah jam segini masih ngelamun !!! ayoo mandi !!!” seseorang membuyarkan lamunan ku
“eh !? w..will hyung.. ada apa ??” Tanya ku
“Ada apa..ada apa… ! cepat mandi ! tadi Ha Neul menelpon ke telpon rumah, katanya ponsel mu tidak bisa dihubungi” kata Will, hyung ku. Aku langsung bergegas mengambil Hp ku yang ada di bawah bantal, aahh~ hp ku mati -__-
“Ah ne, hp ku mati hyung~ lalu apa kata Ha Neul ??” Tanya ku lagi
“Dia bilang setengah jam lagi akan menjemput mu. Saat dia datang kau harus sudah siap” kata Will hyung, aku pun mengerjap
“Jinjja ?! aku harus cepat-cepat !!!” aku segera mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Will hyung di kamar

Setengah jam kemudian~

“sudah siap !” aku memandang pantulan diriku di cermin. Aku mengambil kacamata minus ku dan memakai nya, mengambil setumpuk buku yang tadi malam selesai aku pelajari semua. Aku memasang ransel ku dan turun ke lantai bawah menemui hyung ku
“Hyung !! apa Ha Neul sudah datang ??” Tanya ku pada Will hyung yang sedang asyik memakan sandwich nya
“Belum~ kau sarapan saja dulu…” balas Will hyung

Aku mengambil tempat di sebelah Will hyung dan mulai mengambil roti lalu mengolesnya dengan selai ubur-ubur yang barusaja dibeli dari tuan Krab #eeehh RALAT~RALAT xD maksud nya mengolesnya dengan selai kacang kesukaan ku.

Baru saja aku akan memasukkan roti ke mulut ku, tiba-tiba saja suara klakson mobil mengganggu aktivitas ku

Tttiiinnn ttiiinnn !!!!

Aku dengan cepat meminum susu hangat ku dan memakan roti ku sambil berlari ke depan rumah..

“Ne..Ne… aku datang !!” seru ku pada seorang yeoja yang duduk di belakang setir
“aaiisshh lama ! palli !!!!” seru yeoja yang ku kenal bernama Ha Neul itu
“Ne…ne…sabar…” aku masuk ke mobil nya dan duduk di sebelah nya

Ha Neul menengok sebentar lalu langsung menjalan kan mobil nya. Selama diperjalanan aku sibuk memakan roti selai ku.

“hey~ apa benar hari ini ada ulangan dari park songsaenim ??” Tanya ha neul
“jinjja ?? aku tidak tau…” balas ku
“Aish, bukan nya kau anak kesayangan park songsaenim masa tidak tau” balas Ha Neul, aku hanya tersenyum
“ne~ tapi aku memang tidak tau…” balas ku.
“hhahh~ oh iya. Kau urus semua barang-barang itu ya…” gumam Ha Neul sambil menunjuk sekantong plastic yang ada di belakang kursi pengemudi. Aku menengok kea rah yang ditunjuk Ha Neul

“uhm… surat penggemar ?? lagi ?? hhhaahh :O” aku mendesah kesal. Kenapa orang-orang itu selalu mengirim surat pada Ha Neul ! iisshh bukan nya cemburu, hanya saja, Ha Neul sering menyuruhku untuk membalas semua surat mereka -__- aku kan lelah, tapi entah kenapa jika Ha Neul meminta sesuatu aku tidak bisa menolak -___-
“Molla… aku sudah menemukan tumpukan surat itu saat aku membersikah loker. Hhuhh~ melelahkan..” keluh Ha Neul. Dia menggembungkan pipi nya, membuatnya semakin terlihat imut. Hah~ Ha Neul, tak sadar kah bahwa your biggest fan itu ada di samping mu sekarang :-/
“hahaha sudah resiko mnjadi yeoja yeoppo” aku terkekeh
“Jadi… kau pikir aku yeoppo ??” dia berbalik kea rah ku sambil terus menyetir. Aku jadi salah tingkah sendiri
“Uhm… ya begitu lah~ sebenarnya kau itu super duper jelek. Tapi karena kau itu sahabat ku, maka untuk menyenangkan hati mu, kau ku bilang yeoppo hahahahaha” aku tertawa, sedangkan dia malah mengerucutkan bibir nya
“Haish~ dasar big giant :P” ledek nya lagi
“Biarin wweekk :P hahahaha” balas ku tak mau kalah
“Aiisshh neo jinjja !” dia hendak memukul ku tapi aku langsung bergeser untuk menghindar.
“hahahaha kau ini bodoh sekali. Memukul saja tidak kena” ledek ku lagi
“Ya Shim Hyunseong !!! Awas kau !!!” gerutu nya, dia mengerucutkan bibir pink nya.
“Uhm… aku takut~~” aku meledek nya lagi
“-______-“ dia hanya cemberut sambil terus mengemudi.

Hahaha memang menyenangkan mengerjai Ha Neul. Dia selalu kalah dari ku haha. Dan aku merasa saat-saat seperti ini lah aku bisa dekat dengan nya. Aku tau ada beribu namja diluar sana yang lebih tampan dari ku yang mengharapkan Ha Neul, tapi harapan ku suatu saat aku ingin Ha Neul bisa memandang ku, bukan hanya sebagai sahabat, tapi lebih dari itu.

@School

Ha Neul memarkirkan mobil nya di tempat parkir lalu keluar…
Aku mengikuti Ha Neul. Aku segera meregangkan otot tangan ku. Karena nanti aku pasti akan mengangkat sesuatu -_-

Aku berjalan mengekori Ha Neul dibelakang.

“Hyunseong~” gumam Ha Neul
“Ne ?” Tanya ku
“Buku mu tidak kau bawa ??” Tanya nya
“Ada di tas, tadi aku masukkan ke dalam” balas ku sambil mencoba menyesuaikan langkah kami.
“oohhh…”

Saat Ha Neul memasuki kawasan koridor sekolah, semua mata pasti tertuju padanya… dasar mereka ini, seperti baru pertama kali melihat yeoja yeoppo saja -___- mungkin bagiku biasa saja karena aku sudah bersama yeoja yang sedang diperhatikan ini selama 5 tahun. Aku sudah sering menikmati kecantikan wajah Ha Neul karena kami memang sering bersama. Mungkin itu sebabnya aku merasa jatuh cinta pada yeoja ini. heum… nan molla~

Tiba-tiba dua orang namja berambut blonde dan hitam mencegat jalan ku dan Ha Neul

“Ha Neul noona !!! Ige, aku membeli nya khusus untuk noona” kata namja berambut blonde yang bernama Youngmin, dia memberikan sebuah kotak berukuran sedang dengan sampul berwarna biru dan pita merah muda -__- sudah kuduga.
“Ne… gomawo~” balas Ha Neul datar dan menyambut kado itu lalu memberikan pada ku. Tuh kan, sudah ku duga aku pasti akan mengangkat sesuatu :D
“Noona… aku juga membelikan ini untuk mu…” kata seorang namja yang berwajah sama dengan namja blonde tadi. Tapi namja yang ini berambut hitam, setau ku dia hoobae ku bernama Kwangmin
“Ne ?? gomawo…” Ha Neul menyambut kado Kwangmin dan lagi-lagi memberikan nya pada ku. Aku hanya bisa diam sambil mengangkat semua kado yang diberikan para namja keada Ha Neul.

Setengah perjalanan sudah 8 orang yang memberikan Ha Neul kado. Astaga…. Berat sekali, mana kado nya besar-besar pula. Ha Neul enteng saja berjalan di depan, sedangkan aku ?! membawa kado-kado nya. Tapi… aku rela melakukan nya, dia kan sahabat ku, dan sudah kewajiban ku menolong nya J dan aku juga mencintai nya. Anggap saja semua yang kulakukan ini ada bukti rasa cinta ku J

@Class.

“Huuffftt……….” Aku meletakkan kado-kado itu di dalam loker Ha Neul. Kebetulan loker siswa ada di pojok kanan kelas. Aku menyusun kado-kado itu dan setelah selesai aku meletakkan tas ku di meja disamping tempat duduk ha neul. Kami duduk bersebelahan.
“Ige…” tiba-tiba Ha Neul menyodorkan sekaleng soda pada ku
“Mwo ???” aku bingung sendiri sambil memandangi tangan Ha Neul yang memegang sekaleng soda
“Ige… kau minumlah~ aku tau kau lelah…”kata Ha Neul datar lalu meletakkan soda itu di hadapan ku. Aahh baik sekali~ sudah kubilang, walaupun sifat nya itu dingin, dan cuek, dia itu sebenarnya baik J. Aku semakin menyukai nya >.
“Gomawo~” balas ku lalu mengambil soda itu dan meminum nya

Ha Neul hanya diam sambil memainkan handphone nya.

Tiba-tiba seorang namja keriting datang menghampiri kami.

“Anyeong Ha Neul-ah…” sapa namja itu, nama nya Jeongmin, Lee Jeongmin. Dia juga teman Ha Neul, mereka sering melakukan pemotretan sama-sama karena Jeongmin juga seorang model. Ihh~ saingan ku -__- karena selain dengan ku, Ha Neul juga sangat akrab pada namja keriting ini.
“Anyeong…” balas Ha Neul ramah. Berbeda ketika dia menanggapi namja-namja diluar tadi
“Anyeong Hyunseong-sshi” sapa namja itu pada ku
“aa..anyeong jeongmin” balas ku. Entah kenapa aku merasa risih saja kalau dia ada diantara aku dan Ha Neul.
“Ha Neul, malam ini ada acara tidak ???” Tanya Jeongmin pada Ha Neul.
“Uhm… tidak ada. Wae ???” Tanya Ha Neul. Pasti si keriting ini akan mengajak Ha Neul kencan -_- andwe~
“Aniya. Malam ini bagaimana kalau kita nonton atau shopping di mall ???” ajak Jeongmin. Tuh kan -__- aku kan jealous jadi nya. Ha Neul ku mohon tolak ajakan nya =3=
“Uhm, Ne… baiklah~” Ha Neul mengangguk. Huh =3= bagus, kau menerima nya Han Ha Neul  -__-
“Jinjja ?! ah, aku jemput jam setengah tujuh ^^” balas Jeongmin senang
“Ne ^^ Aku tunggu” balas Ha Neul
“Ne. aku ke kelas dulu ya… Hyunseong-sshi, jaga Ha Neul ne ?! hehehehe” Jeongmin terkekeh dan menepuk pundak ku. Apa-apa’an sih keriting itu ?! sok dekat -3-

Jeongmin keluar dari kelas kami, kini di kelas hanya ada aku, Ha Neul, dan beberapa orang siswa

“Ha Neul-ah, jadi kau dan Jeongmin akan berkencan ??” Tanya ku memastikan. Oh Ha Neul, kau tidak tau kalau aku sangat cemburu
“Uhm… apa bisa dibilang berkencan ?” Ha Neul malah Tanya balik
“Iyalah~ jika ada seorang namja dan yeoja alan hanya berdua, maka itu nama nya mereka berkencan” jelas ku, suara ku terdengar getir. Semoga Ha Neul tidak menyadari nya
“Uhm, kalau nama nya memang berkencan, ya bisa dibilang begitu” jawab nya

BRAK… hati ku seakan hancur. Hyunseong babo~ kau membiarkan wanita yang 5 tahun ini kau cintai berkencan dengan namja lain ?! dasar… ya tuhan, andai saja aku bisa mengatakan kalau aku menyukai nya. Tapi aku terlalu takut. Bukan takut persahabatan kami aka hancur seperti yang ada di drama-drama itu, tapi aku takut Ha Neul menilai ku sama saja seperti namja lain yang menyukai nya. Aku pikir dia berteman dengan ku karena dia tau aku tidak menyukai nya, dengan begitu dia tidak perlu meragukan ku sebagai teman, aku takut ketika aku menyatakan perasaan ku, dia akan berpikir bahwa selama 5 tahun ini aku hanya memanfaat kan diri sendiri untuk berteman dengan nya dengan kedok tidak menyukai nya. Hah~ perang batin -____-

“Ohh begitu ya… yasudah. Semoga malam mu menyenangkan J” aku tersenyum pada Ha Neul, senyum yang sesungguh nya sulit aku bangun. Tapi apa daya, mungkin Ha Neul lebih menyukai Jeongmin. Dia kan kyeopta, keren, idola, dan kaya raya pula, setara saja sih dengan nya. Bukan seperti aku, namja dengan kaca mata minus, tubuh sedikit tambun, kuper, dan tidak menarik. Hhaahh~~
“Hey… kenapa kau terlihat murung begitu ?!” Tanya Ha Neul, membuat ku sadar dari perang batin ku tadi
“aniya… aku hanya mau pipis” elak ku. Alasan konyol memang
“Hmmpp… hahahaha hyun-ie… mau pipis saja kau harus murung seperti itu apalagi mau buang air besar. Kalau mau pipis ya ke toilet sana” Ha Neul tertawa. Kadang hatiku bisa tenang kalau melihat tawa yeoja ini.
“Haish kau ini… aku tidak bisa ke toilet.. kalau aku jalan lalu mengompol bagaimana ?!” balas ku

Ha Neul malah semakin keras tertawa, sehingga orang-orang dikelas kagum melihat yeoja yang dingin seperti Ha Neul tertawa. Hahaha Shim hyunseong kan hebat bisa membuat Ha Neul tertawa xD

“Lihat… orang-orang memandang kearah mu” tegur ku. Ha Neul sedikit memelankan suara tertawanya lalu memandang ke seluruh penjuru kelas. Siswa yang lain masih terpaku melihat Ha Neul.
“Hahaha, kamu sih !” tuduh Ha Neul sambil sedikit tertawa
“Kenapa aku ?” Tanya ku bingung
“Banyolan mu itu lucu sekali. Dengar ya, kalau kau menahan pipis, nanti….” Ha Neul malah mendekatkan wajah nya kepada ku. Hah ~ apa yang akan terjadi ? apa dia akan mengberi ku kisseu ?
“Nanti… itu mu sakit dan terkena batu kencing hahahaha” bisik nya ditelinga ku . setelah mengatakan itu dia kembali ke posisi awalnya dan tersenyum lebar kea rah ku.

Hah~ ku pikir apa ?! -___- ternyata hanya mau bilang itu. kalo itu sih, aku juga tau…

“Ya ! itu aku juga tau~” balas ku. Wajah ku terasa memanas
“Lalu kenapa kau masih menahan nya ?!” Tanya Ha Neul polos
“Sudahlah~ nafsu pipis ku sudah tidak ada, jadi kau tidak perlu khawatir itu ku akan sakit atau terkena batu kencing ne !” tegas ku, aku cemberut sendiri sedangkan Ha Neul malah tertawa semakin kencang. Dasar Ha Neul~ dia mau balas dendam kayak nya -___-
“Hahahaha kau ini ada-ada saja. Pipis pun ternyata ada nafsu nya~ hahaha” bibir nya semakin melengkung membentuk tawa dan seketika 2 lesung pipi nya terlihat, manis J
“Haish~ tentu saja ada. Bagi Shim Hyunseong, apa sih yang tidak ada :P” ledek ku
“Hmmpp… hahahahahaha xD aneh” dia masih tertawa.

Tiba-tiba Donghyun songsaenim masuk dan langsung memberika kami beberapa materi. Terkadang jika ada yang tidak jelas, Ha Neul bertanya pada ku. Ha neul lebih banyak diam dan memperhatikan guru, selagi murid lain asyik mengobrol dengan teman sebangku nya. Terkadang aku curi-curi pandang pada Ha Neul, mencoba memandang wajah nya yang datar saat mendengarkan penjelasan songsaenim.


@Istirahat

“Hyunseong… kau ingat besok hari apa ???” Tanya Ha Neul tiba-tiba
“Kau ini mau meledek ku ya ? tentu saja besok hari minggu, kau pikir aku ini amnesia ?!” balas ku sambil terus memotong ayam yang aku beli untuk makan siang. Aku dan Ha Neul sedang berada di kantin, dari kelas ke kantin saja aku sudah disuruh membawa 4 kado ukuran besar, kalau tidak salah namja bernama Taemin, Niel, Minwoo, dan Seungho yang memberikan nya. Hah~~ derita menjadi sahabat artis =3=
“Haish… bukan itu maksud ku… aku juga tau kalau besok hari minggu. Maksud ku tanggal nya” balas Ha Neul. Aku semakin bingung dengan apa yang dimaksud oleh Ha Neul. Untuk apa bertanya tanggal dengan ku ?! dia kan bisa lihat kalender
“Besok tanggal 25 wae ???” Tanya ku lagi
“Haish… aku juga tau besok tanggal 25… maksud ku~ aarrkkhh sudah lah lupakan” Ha Neul frustasi sendiri.
“Sebenarnya kenapa sih ?!” Tanya ku
“Aniya…” balas Ha Neul datar, dia kembali sibuk dengan makanan nya
“Ya ! katakan ! pasti ada apa-apa” desak ku
“Kau tau besok itu hari minggu dan tanggal 25. Aku hanya mengetes mu, apa kau masih ingat tanggal” sahut Ha Neul jutek
“Haish -___- kau ini. Tentu saja aku masih ingat. Aku kan pelajar… jadi pasti aku selalu melihat kalender..” kata ku bangga
“Heh ?! memang nya kalau tidak membuka kalender bukan pelajar begitu ???” Tanya Ha Neul polos
“Haahahaha babo… ya tentu saja. Setiap hari sebelum kau mulai belajar, kau pasti akan menulis hari dan taggal di pojok buku mu. Otomatis kau harus melihat kalender untuk mengetahui hari dan tanggal” jelas ku panjang lebar. Ha Neul hanya memandang ku dengan tatapan aneh. Heh ?! ada apa ?!
“Dasar idiot… aku selalu ingat tanggal tanpa membuka kalender” ha Neul menyuap nasi nya
“Ya ! apa kau bilang idiot ?!” aku tersentak
“Ne ! apalagi ???” kata nya
“Aisshh -__- dasar babo -_-“ balas ku
“Ha ! kau idiot dan aku babo~ lengkaplah sudah persahabatan kita :P” ledek Ha Neul. Aku hanya tertawa kecil. Dasar Ha Neul
“Hahahaha dasar kau ini…” gumam ku.
“Heum ^_^” dia hanya balas tersenyum karena dia sedang makan.

Tiba-tiba aku merasa seseorang duduk di antara aku dan Ha Neul. Aisshh si keriting ini lagi -_____- dia selalu saja merusak suasana

“Anyeong Ha Neul ! Hyunseong ! aku boleh bergabung kan ?!” Tanya nya
“Aish… penuh tau! Memang nya sudah tidak ada meja lain ?!” celetuk ku
“Anyeong jeongmin” balas Ha Neul
“hehehe iya sudah penuh” balas Jeongmin
“Heh ?!” aku menengok ke sekitar. Ternyata memang sedang penuh -_-
“iya sudah penuh~ hah… kau duduk lah disini… aku mau ke perpustakaan” kata ku mengalah. Daripada aku disini melihat kemesraan mereka, lebih baik aku keperpustakaan.
“Chammkaman… kau marah ??” cegat Jeongmin
“Aniya… memang ada beberapa buku yang harus aku pinjam di perpustakaan. Kau temanilah Ha Neul. Ha Neul aku ke perpustakaan ya. Kalo namja keriting ini macam-macam pada mu kau panggil saja aku” kata ku berusaha tersenyum
“Hey… siapa yang kau bilang namja keriting ???” protes Jeongmin. Haish~ pakai protes segala lagi -_-
“Ne kau ! sudahlah keriting. Aku malas berdebat, aku harus keperpustakaan. Oh iya, Ha Neul, aku bawa kado mu ya… biar aku susun di loker” kata ku sambil membawa 4 buah kado milik Ha Neul
“Yasudah pergi sana, baca buku yang rajin… dasar kutu buku -_-“ celetuk Jeongmin

BLETAKKK !!!

“Omo~ appoyo~ hei tambun, apa yang kau lakukan ?!” Jeongmin mengusap kepala nya yang ku jatuhi 4 buah kado milik Ha Neul, kulihat Ha Neul terkekeh melihat tingkah kami
“Aigo~ mianhae… tangan ku terpeleset. Jatuh deh kado nya… mianhae… haduh~ rambut mu bisa lurus mianhae~~” ledek ku, lalu dengan cepat aku memungut kado yang tadi aku lempar ke Jeongmin dan berjalan ke perpustakaan. Dari belakang aku mendengar teriakan Jeongmin yang masih tidak terima karena ku lempar dengan kado. Salah siapa… dia juga yang mulai wweekkk.

@perpustakaan

Aku membaca buku tentang ilmu pasti di perpustakaan. Hah~ lama-lama bosan juga sih… harusnya sekarang aku bersama Ha Neul, makan, bercanda, tapi… gara-gara ada namja keriting itu, aku harus menjauh, hah~~ Ha Neul, andai saja aku punya keberanian besar untuk mengatakan kalau aku menyukai mu… bukan suka. Tapi cinta. Tapi kenyataan nya aku tidak berani.
Kadang aku berpikir, apakah Ha Neul pernah memikirkan ku ?! eum, kurasa tidak… dia kan punya Jeongmin.


“Hai Hyunseong” tiba-tiba seseorang menyapa ku dan langsung duduk di bangku yang ada di depan ku. Ternyata Bora, dia teman sekelas ku. Yeoja trendi hahaha tumben dia kesini. Habis tersedak tutup panci ya !? #Plakk

“Hai bora…” balas ku ramah
“Euhm… tumben tidak bersama Ha Neul” katanya
“Ya dia bersama Jeongmin” balas ku
“Heum begitu ya~ uhm, kasian sekali ya kamu” katanya sambil menunjukan wajah prihatin. Apa maksud nya ?! aku kasian ?? aku memang kasian karena tidak berani mengungkapkan perasaan ku pada Ha Neul -_-
“Maksud mu ??” Tanya ku
“ya kasian. Aku melihat Ha Neul itu hanya memanfaat kan mu saja. Dia hanya menjadikan mu budak. Kau tidak merasa jenuh dekat dengan nya ? orang angkuh seperti dia sepertinya tidak asyik diajak berteman” jelas Bora. Apa dia sedang mengajak ku bergosip sekarang ? -_-
“heh ???” sahut ku bingung
“Ya ! Hyunseong, sadarlah, selama ini kau hanya diperalat oleh Ha Neul. Setiap hari kau disuruh membawaka barang-barang nya, lalu mebalas surat penggemarnya yang sebenarnya bukan kewajiban mu, lalu jika dia ada syuting diluar kota, dia menyuruh mu menyalinkan catatan ke buku nya. Apa kau tidak merasa seperti budak…” jelas nya lagi. Heum… apa benar aku terlihat seperti itu ?
“Tapi… dia sahabat ku. Dia hanya meminta tolong, kurasa wajar jika seorang sahabt meminta tolong” celah ku
“Sahabat ? Sahabat macam apa yang menjadikan sahabatnya sendiri budak ?” kilah Bora, aish… maksud yeoja ini apa sih -_-
“Dia tidak menjadikan ku budak, dan selama ini, aku melakukan semuanya atas kesadaran ku, bukan permintaan nya, walaupun sebagian dia yang minta #Plakk tapi aku senang melakukan nya…” aku berusaha meyakinkan.
“Cih~ kau itu bodoh atau apa ?! kau hanya buang-buang waktu jika terus bersama nya. Dia itu hanya ingin menjadikan mu budak. Dia hanya memanfaatkan mu” sulut Bora. Semakin membuat ku geram >:/

BRAK… aku berdiri dan menggebrak meja. Untung perpustakaan ini sepi

“Tidak ! Ha Neul tidak seburuk itu, dia tidak pernah bermaksud seperti itu… kau salah paham. Aku bukan budak nya dan dia tidak memanfaat kan ku !!!” tegas ku
“Lalu ?! selama ini kau selalu mengekori nya kemana-mana, membawakan barang-barang nya. Apa itu tidak patut disebut budak ? cih~ kau dibayar berapa hah ?? semua anak di sekola ini membicarakan kalian, mereka kasian pada mu karena diperbudak oleh Ha Neul. Semua anak kecuali fans nya” Bora ikut berdiri

Brakkk tiba-tiba aku mendengar suara buku yang terjatuh… aku dan Bora enoleh ke asal suara itu, dan yang ku temukan….

Ha Neul dengan wajah datar nya. Tapi matanya tampak merah, apa dia menangis. Dia menatap ku dan Bora dengan nanar, dan ku lihat Bora balas menatap Ha Neul dengan tatapan licik.

“Maaf~ aku…aku menganggu. Kalian lanjutkan saja acara bergosip kalian” sahut Ha Neul datar. Tapi aku merasa nada nya getir. Seketika Ha Neul melangkah keluar.

“Aishh ini semua gara-gara kau… Lihat ! Ha Neul jadi marah pada ku ?!” seru ku pada Bora. Sedangkan Bora hanya melipat tangan nya di dada
“Kenapa kau menyalah kan ku ?! kau sendiri yang bodoh. Untuk apa engkhawatirkan yeoja sombong itu ?! dia bahkan tidak pernah menganggap para penggemarnya” celetuk Bora. Aish yeoja ini. Kalau iri bilang -_-
“Kau dengar ya. Biar aku jelaskan. Selama ini memang selalu aku yang menerima kado dari pra fans nya, dan aku juga yang menyusun kado-kado serta membalas surat para penggemarnya. Kau tidak tau, sebenarnya dia sangat senang mendapat hadiah dari para fans nya, dia menyimpan semua hadiah itu dengan baik. Dan perlu ku pertegas, kalau selama ini Ha Neul tidak perduli dengan penggemarnya, untuk apa dia menyuruh ku membalas surat mereka sedangkan jika dia mau, dia bisa megabaikan surat-surat itu, karena dia tidak mau mengecewakan penggemarnya dia justru meminta pertolongan ku untuk membalas semua surat mereka. Dan lagipula aku tidak perduli apa yang dikatakan orang-orang tentang aku dan Ha Neul. Ini hidup ku dan mereka tidak berhak mengatur ku termasuk kamu !” teriak ku tepat di wajah Bora. Aku meninggalkan yeoja licik ini dan berlari mengejar Ha Neul.

Aku berlari kea tap, tapi dia tidak ada di sana… haduh~ Ha Neul kemana ya ?!
Euhm biar aku ingat… tempat yang dikunjungi orang jika sedang sedih… euhm, dokter ?? eh untuk apa ke dokter. Euhm… rumah teman ? tapi ini masih jam sekolah, bagaimana dia kerumah teman nya, lagipula dia juga jarang punya teman. Euhm, ha Neul kalau sedih ke mana ya ???

Setelah berpikir sekian menit, aku teringat sesuatu. Dulu saat dia tidak terpilih menjadi Miss November untuk majalah kota, dia sedih dan pergi ke…. Taman.

Tanpa pikir panjang aku segera berlari ke taman yang ada di sebelah gedung sekolah kami.
Sesampainya di taman, aku mengedarkan pandangan ku dan mencari Ha Neul. Aku terus mengitari taman, hingga aku melihat yeoja dengan seragam yang sama dengan ku sedang duduk sambil meniup sebuah gelembung dan kulihat, ada air mata. Aku segera menghampiri yeoja yang kuyakini Ha Neul itu

“Ha Neul !!!” seru ku
“Mau apa kau kesini ?!” Tanya Ha Neul dingin, dia membalik tubuh nya membelakangi ku. Aku tersenyum dan duduk di samping nya
“Kau marah ya ?!” Tanya ku
“Tidak. Untuk apa ? kau pergilah sana~ benar kata Bora. Anak-anak lain melihat mu sebagai budak jika bersama ku, jadi jangan berteman dengan ku lagi !” kata Ha Neul dingin tanpa menoleh kearah ku. Haduh~ bagaimana ini
“aniya… aku tidak perduli dengan mereka. Aku senang menolong mu” kata ku
“Sudahlah Hyunseong. Kau jangan menyiksa diri sendiri. Selama ini aku memang memperbudak mu, selama ini aku memang memanfaat kan mu !!!! dank au terlalu bodoh sehingga mau aku perbudak ! pergi sana cari teman yang lain yang tidak akan memanfaatkan mu! Cepat pergi !!” Ha Neul berteriak kea rah ku dan mendorong tubuh ku menjauh.
Astaga kenapa dia ini… apa benar yang dikatakan nya ? tidak. Aku yakin dia mengatakan nya hanya karena dia emosi. Ha Neul aku mencintai mu, bahkan jika benar kau memperbudak ku, aku tidak marah…

“Ha Neul, dengarkan aku… aku tidak pernah…”
“Tidak !! kau pergi saja ! memang nya kau mau aku perbudak terus heh ?! sana pergi ! kau memang tidak pantas menjadi teman ku ! kau idiot !!!!” caci Ha Neul. Aku tidak mengerti apa yang dibicarakan Ha Neul
“Ha Neul, kau kenapa ?! ayolah… baru tadi pagi aku merasa dekat dengan mu, tapi kenapa sekarang kau mengusirku ! aku tidak pernah merasa di perbudak oleh mu. Itu hanya pendapat teman yang lain saja. Kau jangan termakan omongan mereka. Ne ???” aku mencoba memberi Ha Neul pengertian

Tangis Ha Neul pecah. Omo~ dia menangis. Astaga, apa yang ku lakukan sehingga membuat orang yang kucintai selama ini menangis

“hiks… selama ini, aku tidak pernah punya teman. Aku tidak pernah menganggap orang yang berada di sekitar ku… hiks.. termasuk kamu… hiks.. aku tidak pernah menganggap mu teman… tapi… aku…hiks…” Ha Neul mengusap air mata nya dan bangkit lalu berlari meninggalkan ku. Aku terlonjak dan hendak mengejar Ha Neul.
Tapi Ha Neul berlari dan langsung menyetop sebuah taxi, dia masuk ke taxi dan itu dan pergi entah kemana.

“Ha Neul !!!! Ha Neul !!!!” aku berteriak memanggil Ha Neul. Aku tidak perduli pandangan orang di sekitar taman ini yang menatap ku aneh.

“aaarrrkkhhh !!!! kenapa semua jadi begini. Apa sekarang aku sudah tidak bisa bersama Ha Neul lagi ?! haish… bagus ! dia bahkan belum tau kalau aku mencintai nya. Ha Neul… kenapa kau begitu marah ? aku tau kau baik. Aku tau kau tulus berteman dengan ku. Selama 5 tahun ini kau selalu ada untuk ku dan aku selalu ada untuk mu. Ha neul….” Aku terduduk di tanah. Pikiran ku kacau…

Aku berdiri dan berjalan gontai kembali ke sekolah. Dengan hati yang penuh gemuruh, aku berjalan ke kelas. Ku lihat di kelas masih ada tas Ha Neul.

Aku duduk di bangku ku yang bersebelahan dengan Ha Neul. Ku raih tas nya. Omo~ dia melupakan handphone nya.

Karena penasaran aku pun membuka handphone nya dan membuka file-file yang ada di dalam nya. Tapi aku tidak membuka pesan nya karena itu adalah privasi. Aku kan namja baik yang tidak suka menguak privasi orang

Aku menemukan sebuah folder yang di beri nama “Shim Han HyunHa” mwo ? nama siapa ini ?! aku pun membuka folder itu. dan betapa terharu nya aku karena di dalam folder itu berisi photo-photo ku bersama Ha Neul. Ada 1916 photo di folder itu, aku membuka nya satu persatu. Ada photo saat kami tahun baru bersama, saat kami menggunakan masker spa yang dibeli oleh Ha Neul hahaha lucu sekali. Lalu ada photo saat kami mengenakan hanbok di hari chuseok. Saat natal, saat ulang tahun ha neul, heyy wajah ku penuh dengan kue, photo saat ultah ku juga ada, saat aku dan Ha neul memakai kaca mata dari lemon, hahaha moment ini. Moment saat kami bersama. Bahkan yang mengharukan, Ha Neul mengedit photo ku dan dia saat kami mengenakan pakaian couple untuk photo box, dia member tulisan pada photo itu “Bestfriend for… now” heh ? apa masud nya ? sahabat, untuk sekarang ? maksud nya ?? aahh aku tidak mengerti, selain itu saat kami membuat photo scandal berupa pose Ha Neul mencium pipi ku, dia mengeditnya dengan tulisan “HyunHa Couple” aku ingat saat itu, saat kami sedang bosan, dia mengusulkan membuat photo scandal, dia mencium pipi ku.. hah~ wajah ku memerah saat itu, saat pulang kerumah bahkan aku tidak mau mencuci wajah ku hehehe.

Setelah selesai bernostalgia, hati ku kembali sedih mengingat saat saongsaenim masuk, Ha Neul tidak juga masuk ke kelas.

~Pulang sekolah~

Saat pulang sekolah, aku memutuskan untuk mengantar tas Ha Neul kerumah nya, aku berjalan kaki dari sekolah ke rumah Ha Neul yang cukup jauh itu.

Sesampainya di rumah nya, aku menekan bel dan seorang wanita paruh baya menyambut ku. Oohh pembantu nya Ha Neul

“Anyeong ahjumma. Apa ha neul nya ada ??” Tanya ku dengan kim ahjumma, pembantu ha Neul
“euhm, tadi dia datang dengan keadaan menangis, lalu tidak lama, tuan Jeongmin datag kesini dan mengajak Ha Neul keluar” jelas Kim ahjumma. Betapa hancur rasa nya hati ku. Ternyata Ha Neul akan lebih merasa terhibur jika bersama Jeongmin
“Ohh… begitu ya~” aku berusaha tersenyum, walau untuk menarik bibir sangat berat rasanya.
“Ne, apa ada hal yang ingin disampaikan ???” Tanya Kim ahjumma
“euhm… aniya. Aku… hanya ingin mengantar tas nya. Ige” aku menyerahkan tas sekolah Ha Neul pada Kim ahjumma
“oohh. Kau baik sekali Hyunseong. Baiklah, akan aku berikan pada nona Ha Neul nanti…” kata Kim ahjumma
“Ne ahjumma. Aku permisi dulu ya~ anyeong” aku melangkah keluar dan berjalan menuju rumah ku

Sepanjang perjalanan aku merasa tidak tenang… kadang jika ada kaleng aku akan menendang nya. Bahkan saat aku menendang kaleng, kaleng itu terkena anjing orang dan membuat anjing itu mengejarku. Aku pun berlari dan masuk ke gang kecil untuk bersembunyi dari kejaran anjing sial itu

“hosshh….hoosshh…. aaishh jinjja… sial sekali hari ini” aku menendangi kerikil. Aku berjalan menyusuri gang kecil ini, ternyata gang ini tembus ke daerah pertokoan. Aku mengenal daerah ini. Tentu saja -_- aku dan Ha Neul sering belanja disini.

Aku memandang ke sekeliling. Bagaimana kalau aku membelikan sesuatu untuk Ha Neul, yyahh hitung-hitung tanda perdamaian dari ku hehehe.
Aku mencoba mencari toko hadiah. Dan here I’am, aku sedang berada di Bellet Shop, took hadiah super lengkap, kayaknya toko ini masih baru. Aku berjalan menyusuri Bellet Shop, mencoba mencari hadiah perdamaian yang cocok.

“aku harus menemukan benda yang bagus. Tapi… bagaimana jika Ha Neul tidak mau menerima nya ?!” gumam ku sendiri

Aku berpikir bagaimana jika dia menolak hadiah ku. Hah ! sudahlah. Paling tidak aku bertekad akan menyatakan perasaan ku pada nya malam ini. Jika dia sudah tidak mau menerima ku sebagai teman lagi, baiklah, setidaknya aku lega jika aku sudah menyatakan perasaan ku, dan dia tau bagaimana dia di mata ku sebenar nya.

Greepp… seseorang menepuk pundak ku, aku menoleh dan kudapati seorang pelayan Bellet Shop menghampiri ku

“Anyeong…” sapa pelayan itu
“Anyeong…” balas ku. Kulihat di name tag nya nama pelayan itu adalah Sunho
“Apa ada yang bisa saya bantu ?” tanya pelayan Sunho
“Ne ! euhm.. Sunho. Aku sedang mencari kado untuk seorang yeoja…” jelas ku. Sunho tampak berpikir.
“Uhm,memang nya bagaimana yeoja ini dimata anda ?” Tanya Sunho
“Dia… yeoja yang sedikit jutek, dingin, dan selalu datar. Tapi terkadang dia terlihat manis, ceria, dan sangat ekspresif… dia, yeoja special bagiku setelah ibu ku #plak. Tentu saja karena ibu itu nomer 1. Dia sahabat ku sejak 5 tahun lalu dan malam ini aku akan menyatakan perasaan ku pada nya” jelas ku sambil membayangkan Ha Neul dan ibuku #gubrak xD
“euhm… seperti itu. baiklah, kebetulan Bellet Shop baru saja kedatangan barang baru. Ikuti aku…” kata pelayan Sunho

Aku mengikuti nya ke sebuah sisi toko. Di sana banyak benda berupa buku harian, buku ini, buku itu yang aku tidak tau fungsi nya apa karena yang sering ku lihat adalah buku ilmu pasti. Bukan buku dengan lembaran penuh warna. -_-

“ige ! ottokhe ???” Sunho memberikan sebuah buku besar. Tampak nya itu buku diary. Buku itu bersampul warna pink dengan sebuah tulisan “Love Story of Us” dan di atas sampul buku itu ada sebuah kolom kosong
“Ini… buku diary ???” Tanya ku
“Bukan, itu buku agenda bon siswa di kantin. Yaiyalah itu buku diary, memang nya apa lagi !” ledek Sunho
“Ya ! aku bertanya serius tau !” balas ku
“Aku menjawab nya duarius tau !” balas Sunho lagi
“aah terserahlah~ apa yang special dari ini ???” Tanya ku
“Kau lihat di cover buku ini ? “Love Story of Us” Karena kalian sudah bersahabat 5 tahun lamanya, jadi besar kemungkinan kau akan diterima, aku rasa kau dan yeoja mu itu bisa menuliskan kisah cinta kalian di buku itu. ku rasa itu cukup bermakna. Otte ???” Tanya Sunho.

Heh ? konyol sekali -___-

“Lalu kolom kosong ini untuk apa ???” Tanya ku sambil menunjuk kolom kosong yang ada di pojok atas Buku itu
“itu tempat judul. Kau bisa memberi judul untuk buku mu J” jelas Sunho
“uhm… begitu… hanya itu ? tidak special sama sekali” cibir ku
“Biar begitu, buku ini hanya di jual di 3 toko di dunia. Jadi ini termasuk barang langka” kata Sunho lagi
“Jinjja ???” Tanya ku tidak percaya. Tapi buku ini menarik juga. Baiklah.. aku akan mengambil yang ini, walaupun alasan nya konyol, tapi lumayan lah~
“Berapa harga nya ???” Tanya ku
“Buku ini sebenar nya tidak ada harga nya” balas Sunho.

Mwo ? tidak ada harga nya. Pantas buku ini hanya di sebarkan di 3 toko di dunia -_-

“Lalu ??? bagaimana ???” Tanya ku bingung
“Aku tidak bisa memberi harga untuk sebuah kisah cinta. Karena cerita cinta sesungguh nya sangatlah mahal sehingga seseorang tidak bisa mengatakan berapa harga nya” jelas Sunho sambil tersenyum. Dia berjalan melewati ku menuju meja kasir. Ku lihat hanya dia pegawai 1’1 nya disini. Tapi kenapa sunho itu aneh sekali. Bahkan dia tidak bisa member harga untuk barang yang dia jual, apa toko ini tidak terancam bangkrut jika memiliki pegawai seperti dia ?!

Aku mengikuti Sunho ke meja kasir

“Kau ini bagaimana… aku juga tidak bisa memberi harga pada sebuah kisah cinta” keluh ku pada Sunho
“Kalau begitu bawa saja buku itu. anggap saja itu hadiah dari ku” kata nya sambil tersenyum
“Heh ? apa kau meledek ku ? tenang… aku punya uang kok…” kata ku
“Bukan itu maksud ku. Seandai nya aku membari harga 35.000 won untuk buku ini, maka sama saja kisah cinta mu hanya seharga uang 35.000 won” balas Sunho
“ Tapi aku tidak bisa menerima barang dengan gratis” aku berpikir dan memandang kesekitar. Lalu tidak sengaja ata ku melihat sebuah pulpen berwarna senada dengan buku diary ini, aku mengambil pulpen itu dan membawa nya kepada Sunho
“Kalau begitu, kau bisa member harga pada benda ini kan ?” kata ku sambil menyerahkan pulpen itu. sunho hanya tersenyum
“Baiklah~ 10.000 won” katanya

Aku tersenyum lega, dan mengambil dompet ku lalu mengeluarkan lebar uang 10.000 won

“Ige…” kata ku
“Chamkkaman…” Sunho mengambil pulpen itu
“Siapa nama yeoja mu itu ???” Tanya Sunho
“Wae ??? mau tau saja” ledek ku
“Ayolah~” bujuk nya
“Ne…ne… nama nya Han Ha Neul” kata ku
“Ohhh baiklah. Tunggu sebentar ya J” Sunho membawa pulpen ku itu ke sebuah ruangan. 10 menit kemudian dia kembali dengan senyum mengembang
“Ige…” dia menyerahkan pulpen ku tadi. Aku melirik pulpen ku. Wwhooaa ada ukiran “HyunHa’s Love Story” di puplen ku
“Aigo~ bagus sekali… HyunHa itu maksud nya Hyunseong Ha Neul ya ???” Tanya Hyunseong
“Ne…” balas Sunho
“Tapi… darimana kau tau nama ku ???” selidik ku
“Igee….!!” Dia menunjuk nametag di jas sekolah ku. Ehehehe aku lupa xD
“ooohhh… wah jeongmal gomawo. Kau sangat baik Sunho…” puji ku
“Cheonmaneyo. Sudah sepantas nya aku memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan J” kata nya sambil tersenyum
“ehehehe benar. Pembeli kan raja, jadi kau haru melayani ku selayaknya raja hahahaha :D” aku tertawa sendiri sedangkan Sunho hanya membalas ku dengan tatapan aneh. Memang nya kenapa ??? apa ada yang salah
“hah~ terserahlah… semoga malam ini kau berhasil” seru Sunho
“Ne… aku permisi dulu. Anyeong” aku membungkuk kan badan ku dan keluar dari toko itu sambil membawa buku diary dan pulpen yang barusan aku beli.

@ 11.00 PM

Aku masih duduk termenung di taman yang ada di halaman rumah ku. Di tangan ku sudah ada buku harian dan pulpen yang tadi siang aku beli. Aku sudah membungkusnya dengan kertas kado. Tapi… tiba-tiba saja aku menjadi ragu untuk datang kerumah Ha Neul, bukan nya malam ini dia dan Jeongmin pergi berkencan. Huh~ sial -_-

Aku terus duduk merenungi nasib kisah cinta ku yang malang. Seandai nya dia menolak ku, apa dia masih bisa menerima ku sebagai sahabat lagi ? tapi… bagaimana mau menerima sebagai kekasih, sebagai teman pun dia tidak mau, buktinya dia tadi mengusirku… tapi aku tidak bisa terlalu lama menyimpan perasaan ini. Aku tidak mau ini membebani ku. Aku ingin Ha Neul tau kalau aku mencintai nya

“hey… apa yang kau lakukan malam-malam begini…??” Will hyung menepuk pundak ku dan duduk di samping ku
“Aniya…” bohong ku
“Bohong… cerita saja…” bujuk Will hyung
“Hah~ tadi aku berkelahi dengan Ha Neul gara-gara teman-teman yang lain mengatai ku kalau aku hanya diperbudak oleh Ha Neul, Ha Neul mendengar itu dan dia menjadi marah pada ku dan menyuruh ku untuk tidak usah berteman lagi dengan nya” curhat ku
“Lalu ? apa kau diam saja ???” Tanya Will hyung
“Tidak, aku mencoba menjelaska bahwa aku senang berteman dengan nya, aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan anak-anak satu sekolah. Yang aku tau, aku bahagia saat bersama dia” aku tertunduk
“Kau baagia saat bersama dia ???” Will hyung coba memperjelas
“Ne hyung. Aku mencintai nya… selama ini, semua yang kulakukan untuk nya bukan hanya dilandasi rasa solidaritas terhadap sahabat, tapi juga dilandasi rasa cintaku pada nya. Selama ini yang membuat aku semangat adalah dia hyung. Dia juga selalu ada disaat aku memerlukan nya” curhat ku lagi
“Dongsaeng ku… kalau begitu kenapa tidak kau bilang pada nya kalau kau menyukai nya ??”
“Aku sedang berusaha hyung. Tapi ketika ingat dia mengusirku tadi siang, aku jadi ciut sendiri… aku takut dia menolak ku sebagai pacar dan sebagai shabat lagi L”
“Kalau menurut ku, ketika kau menyatakan perasaan mu pada orang lain, kau tidak perlu bertanya bagaimana jawaban nya, cukup dia mengetahui apa yang selama ini kau rasakan, rasa nya sudah senang, dia mau mendengar perasaan mu, rasa nya sudah bahagia. Jadi kau jangan memikirkan jawaban nya dulu. Yang penting sekarang kau berusaha ! Ne J” Nasehat Will hyung. Wah aku tidak menyangka, dibalik ke’sangtae’an nya #Plak ternyata dia juga bijak :-/
“Euhm… kau benar hyung… jadi menurut mu, aku harus segera menyatakan perasaan ku pada Ha Neul ?” tanya ku
“Ne ! secepat nya… kalau perlu malam ini. Oh iya, tadi handphone mu bordering, seperti nya ada alarm peringatan. Ige !” will hyung memberikan handphone ku. Aku melihat ke layar handphone ku. Disana tertera “Sunday 25th Happy Aniversary 5th Hyunseong and Ha Neul Be Bestfriend”
“Mwo ?????” Pekik ku
“Ya !!! Wae ??” Will hyun kaget
“Aku lupa kalau besok adalah hari ulang tahun persahabatan ku dan Ha Neul yang ke 5 th. Aigo… pantas saja tadi siang dia bertanya besok tanggal berapa -_- omo~ knapa bisa sampai lupa sih. 1 jam lagi jam 12… Hyung, aku pamit kerumah Ha Neul ya…” izin ku
“Ne… biar lebih cepat pakai mobil hyug saja” Will hyung melemparkan kunci mobil sport nya pada ku dan dengan sigap aku menangkap nya
“Gomawo hyung…” kata ku. Will hyung hanya tersenyum dan mengangguk

Aku segera masuk ke garasi dan mengambil mobil sport milik will hyung dan menyalakan nya. Aku langsung tancap gas kerumah Ha Neul

@Ha Neul’s house

Ting…tong… aku memencet bell sesampainya aku di depan rumah Ha Neul. Tidak lupa aku membawa kado yang sudah kusiapkan untuk Ha Neul

Cklek… pintu terbuka. Ternyata Kim ahjumma yang membuka nya

“ada apa hyunseong ? tumben bertamu semalam ini” Tanya Kim ahjumma
“Ahjumma… Ha Neul nya ada ???” Tanya ku
“wah sayang sekali. Tadi jam 7 dia pergi bersama Jeongmin. Teman nya… dan sekarang belum pulang” jelas Kim ahjumma
“oohh begitu… uhm, kalau begitu, aku pulang saja ahjumma… maaf mengganggu” kata ku dengan nada kekecewaan. Aku lupa kalau Ha Neul sudah punya Jeongmin.

Aku berjalan gontai kea rah mobil sport yang aku parkirkan di depan pagar. Tapi tiba-tiba seseorang menarik ku masuk ke dalam sebuah mobil

“Hyyaaa !!!! apa yang kau lakukan ?!” aku berontak. Tapi tangan ku langsung di’ikat nya di belakang kursi penumpang.

“Jeongmin !!!!” pekik ku saat tau kalau yang menyeret ku adalah si keriting Jeongmin
“Apa ?!” sahut Jeongmin datar
“Apa…apa… !!! harusnya aku yang bertanya, kenapa kau menculik ku seperti ini heh ?!” seru ku
“Haish… tidak usah banyak protes -_- kau diam saja… seseorang ingin bertemu dengan mu” balas Jeongmin acuh
“Ya ! siapa ??? Mana Ha Neul ?? bukan nya dia bersama mu ?” Tanya ku lagi
“Dia ada di tempat yang semestinya. Aahh kau ini ribut sekali” jeongmin menghentikan mobil nya di tepi jalan lalu mengambil lakban dan menempelkan lakban dimulut ku.

“hm… mmppp…mmppp…” aku berontak tapi mulut ku sudah dikunci nya dengan lakban. Lalu dia kembali menjalankan mobil nya.

Hey… ada apa ini sebenarnya. Untuk apa Jeongmin menculik ku seperti ini, lalu dimana Ha Neul… aaisshh semoga kado ku tidak rusak..

Tak berapa lama kami sampai di sebuah taman. Seperti nya aku kenal taman ini… tapi aku sudah mengenali nya karena taman ini sangat gela.

Ssppllaashh… Jeongmin tiba-tiba melepaskan lakban dari mulut ku !!!

“YYYAAAKKK AAPPOOYYOO !!!!!!!” aku berteriak di depan nya
“hehehehe mianhe… sudahlah~ aku melepaskan ikatan mu dulu” dia melepaskan ikatan ku
Setelah ikatan ku lepas, dia keluar dari mobil nya dan mempersilahkan ku keluar. Aku mengambil kado ku yang terlihat sedikit kumal. Haish… gara-gara si rambut domba itu -_-

“Ada apa kau membawa ku kemari ??” Tanya ku jutek
“Dengar kan instruksi ku, dari sini kau jalan 10 langkah ke depan, lalu jika kau melihat sebuah lilih, kau lihat, di dekat nya ada sebuah tombol… kau tekan lah tombol itu. aku yakin kau bertanya-tanya tentang semua ini, tapi setelah kau menekan tombol itu, semua pertanyaan mu akan terjawab” jelas Jeongmin
“Kau jangan bercanda” aku berusaha meyakinkan
“Ne… aku serius !! palli !!!” dia mendorong ku.

Aku pun mengikuti instruksi Jeogmin, aku berjalan 10 langkah, dan benar saja, aku melihat sebuah lilin. Lalu aku berjalan kea rah lilin itu dan aku melihat tombol, sesuai instruksi Jeongmin, aku menekan tombol itu.

Tit…

“Omo~~” aku menutup mulut ku sendiri karena kaget. Ketika aku menekan tombol itu, seketika seluruh lampu taman menyala, ada banyak lampion yang menghiasi taman ini. Aku berputar beberapa kali menikmati indah nya taman ini.
Hingga aku menemukan sosok yeoja yang selama 5 tahun ini memasuki ke hidupan ku, yeoja yang selama ini membuat ku merasakan yang nama nya cinta.

“Ha Neul…” aku segera berlari kea rah Ha Neul yang berdiri di dekat sebuah kolam. Dia Nampak cantik dengan gaun merah muda. Astaga~ apa yang sedang terjadi…
Aku segera menghambur memeluk Ha Neul… sambil menenteng kado ku, aku terus memeluk nya.

“Hyunseong…” gumam Ha Neul
“Happy Aniversary 5th Hyunseong and Ha Neul be Bestfriend” lanjut nya. Dia tersenyum lembut
“Ha Neul… aku…aku…aku masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tapi… kau tau. Aku senang kau masih mau menjadi sahabat ku… aku senang Ha Neul” seru ku sambil kembali memeluk nya
“aku juga Hyunseong. Tapi sayang kau melupakan hari persahabatan kita” Ha Neul menjadi murung
“Mwo ?? ani…aniya… aku mengingat nya. Ige…” aku memberika kado ku tadi pada Ha Neul. Ha Neul mendongak dan tampak terkejut
“Mwo ? apa ini…” Tanya Ha Neul

Ayo Hyunseong. Kau harus mengatakan nya ! ayo lelaki !!!!

“Ha Neul, sebenarnya selama ini… aku mau…bilang sesuatu…” kata ku
“Apa ???” Tanya Ha Neul antusias, tatapan menunjukan bahwa dia mengharapkan sesuatu
“Aku mau bilang kalau hari ini, tepat saat memasuki tanggal 25 dimana kita memperingati hari ulang tahun persahabatan kita, aku ingin mengatakan maaf…. Karena aku rasa ini adalah perayaan ulang tahun persahabatan kita yang terakhir…” aku menunduk. Mencoba memancing kebingungan Ha Neul
“Mwo ????” seketika mata Ha Neul membulat kaget
“Ne… mianhae… karena dari sekarang hingga tahun-tahun berikut nya kita tidak merayakan ulang tahun persahabatan saja, tapi juga merayakan ulang tahun ….. jadian kita” Ha Neul langsung menutup mulut nya kaget
“Ha Neul… Saranghaeyo~ Jeongmal… saranghae…” ucap ku mantap
Rasa nya plong sekali. Ha Neul, malah berkaca-kaca. Omo~ apa aku mnyakiti prasaan nya

“Ha Neul ? uljima… apa aku menyakiti mu ??” Tanya ku cemas
“Idiot !!!!” kata nya. Hatiku terasa sakit mendengar nya
“Kau tau !!! haruskah aku melakukan semua ini dulu baru kau mau mengungkapkan perasaan mu !?” gumam nya
“Mwo ??? maksud mu ???” Tanya ku. Ha Neul meletakan tangan nya di kedua pipi ku. Membuat jantung ku berdetak ribuan kali lebih cepat
“Kau tau kenapa selama ini aku tidak menganggap semua namja yang mencoba mendekati ku ??” Tanya nya, aku hanya menggeleng
“Idiot ! kau tau kenapa selama ini aku selalu minta tolong pada mu ???” Tanya nya lagi. Dan aku juga hanya menggeleng. Aku semakin bingung
“haish… hiks…idiot !!! Alasan ku tidak pernah menganggap semua namja yang mendekatiku itu karena aku menyukai mu ! alasan ku selalu meminta tolong pada mu adalah agar aku bisa lebih dekat dan selalu bersama mu… dan kau bahkan tidak menyadari nya” gumam Ha Neul sambil menangis.

Omo~ benarkah ??? Ha Neul juga menyukai ku ? cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku menatap Ha Neul dengan tatapan gembira

“Karena aku sudah tidak tahan menunggu mu selama hampir 5 tahun, walaupun sebenarnya aku tau bagaimana perasaan mu pada ku, aku memutuskan untuk membuat mu menyatakan perasaan mu !!!” sambung nya, Dia mengusap air mata nya sambil tersenyum

“Ne… dia meminta tolong pada ku” tiba-tiba Jeongmin dan Bora datang
“Bora ??? Jeongmin ???” aku kaget dengan kehadiran mereka

“Hyunseong… sebenarnya saat aku menghampirinya di kelas itu hanya untuk membuat mu cemburu, dan terbukti, kau memang cemburu. Hehehe” jelas Jeongmin sambil membentuk huruf V dengan jari nya
“Ne… saat diperpustakaan aku sengaja menyulut mu untuk membuat konflik dan mendorong mu agar lekas menyatakan perasaan mu pada Ha Neul. Sebenarnya anak-anak tidak pernah mengataimu budak Ha Neul hehehe. Dan itu sebagai tes apakah setelah aku mengatakan itu kau akan menjauhi Ha Neul atau tidak, jika kau menjauhi nya maka itu tanda nya kau tidak bear-benar mencintai Ha Neul, tapi kenyataan nya kau malah mengejar Ha Neul” sambung Bora
“Ne, dan ketika tau kau mengejar ku, aku semakin senang… aku pergi ke taman. Dan ketika kau datang aku berusaha berakting sedih, dan mian karena aku mencaci maki mu, itu hanya untuk menguji mental mu saja hehehehe, dan sebenarnya waktu di taman itu aku ingin mengatakan bahwa selama ini aku tidak pernah menganggap mu sahabat atau teman, itu benar… karena selama ini aku menganggap kau adalah orang yang special untuk ku” lanjut Ha Neul.

Omo~ jadi ini hanya perangkap mereka bertiga agar aku segera menyatakan perasaan pada Ha Neul o.O sial… aku terkena. Tapi aku senang… akhirnya aku bisa menyatakan perasaan ku pada nya.

“lalu setelah Ha Neul meninggalkan mu di taman, Ha Neul langsung menelpon ku dengan telpon rumah dan meminta ku untuk membantu nya menyiapkan ini semua…” lanjut Bora

“Dan setelah semua ini siap, kami berpikir bagaimana cara nya agar kau bisa datang kemari. Lalu aku memutuskan untuk kerumah mu, eehh kata hyung mu, kau sedang kerumah Ha Neul, karena itu aku segera ngebut kerumah Ha Neul dan menculik mu… hehehehe bagaimana ? hebat kan kami ??” kata Jeongmin

Omona…omona…omona… -______-
Mereka ini… hiks… membuat ku terharu saja

“Ha Neul, mianhae… kau harus repot begini hanya untuk membuat aku menyatakan perasaan ku pada mu, harusnya sebagai lelaki aku bisa menyatakan nya tanpa didorong seperti ini… mianhe Ha Neul… tapi aku senang ternyata perasaan ku tidak bertepuk sebelah tangan”  aku senang dan meraih lengan Ha Neul, lalu mencium punggung tangan nya
“Hehehehe mianhae chagiya…” kata ku

Chu~ Ha Neul tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir ku. Aku kaget bukan main. Tapi dengan cepat aku membalas ciuman nya

“omo~ jangan lihat” Jeogmin menutup mata Bora
“Kau juga !” dan Bora menutup mata Jeongmin aaisshh mereka itu apa-apaan sih.

Ha Neul melepaskan ciuman nya

“Jangan panggil aku chagiya !” seru nya
“Mwo ???” aku bingung sendiri, lalu aku harus memanggilnya apa ? Ha Neul…Ha Neul begitu ??
“Panggil aku yeobo… hehehe” Ha Neul terkekeh dan langsung memeluk ku
“Aiihh babo ! kau ini… ku pikir apa” kata ku sambil memeluk tubuh Ha Neul
“Idiot ! jangan panggil aku Babo terus” kata Ha Neul
“Ehm…. Kalau baru jadian tuh rasanya seperti dunia milik berdua… yang lain Cuma ngontrak” seru Jeongmin

Aku memberikan detahglare ku pada Jeongmin

“Haish sudah sana…. Jangan ganggu kami !” seru ku
“Ya ! apa-apaan kau ini. Sudah dibantu malah mengusir” Bora tidak terima
“Eh Yeobo… kau memberiku kado apa ??” Ha Neul mengangkat kado ku tadi
“Buka saja” kata ku

Ha Neul membuka nya dan dia Nampak sedikit bingung ketika melihat kado dari ku

“Mwo ? buku… “Love Story of Us” ?? halaman nya kosong” ucap Ha Neul sambil membuka lembaran-lembaran dibuku itu
“Tentu saja. Karena cerita cinta kita baru saja dimulai…” gumam ku
“Mwo ? maksud nya ?” Ha Neul bingung
“Ne ? maksud nya apa ??” Tanya Jeongmin
“Maksud nya, aku membeli buku itu agar kita bisa menulis kisah cinta kita di buku itu, dan menurunkan nya pada anak cucu kita, agar mereka tau betapa indah nya cinta kita” kata ku sembari erat menggenggam tangan Ha Neul
“Lihat… pulpen nya unyu sekali” seru Bora sambil mengambil pulpen yang dijepit di cover buku diary itu
“Wah ada ukiran nya pula” seloroh Bora
“Hehehehe itu bonus dari pemilik toko nya” kata ku
“Hyunseong… hadiah mu benar-benar bagus… sedangkan aku hanya bisa memberikan ini…” Ha Neul merogoh saku dress nya dan memberikan sebuah kotak kecil. Aku membuka kotak itu dan kudapati 2 buah kalung, 2’2 nya memiliki buah kalung sebuah cincin. Dan di cincin itu terukir sesuatu

“Hyunseong” gumamku membaca tulisan di cincin itu
“Ha Neul…” lanjut nya sambil memberikan kalung yang berukiran Ha Neul
“Ige… jangan kau lepas ya. Aku ingin kau menyimpan kalung yang ada ukiran nama ku agar kau selalu mengingat ku, dan aku selalu ada bagi mu” kata Ha Neul lalu memakaikan kalung itu
“Kalau begitu yang ukiran Hyunseong kau pakai ya, agar namja idiot mu ini selalu kau ingat dimana pun kau berada” aku gantian memakaikan nya kalung
“heum… saranghae” gumam ku seraya merengkuh tubuh nya
“Nado saranghae” Ha Neul balas memeluk ku
“ah iya, aku akan menulis nama mu di kolom kosong ini…” kata ku
“Hah ? untuk apa ???” Tanya Ha Neul
“Kolom ini adalah tempat judul. Aku menjadikan nama mu sebagai judul dari buku ini. Buku yang menggambarkan kehidupan ku !!” kata ku
“Hyunseong… ku akui kau sangat romantis” gumam Ha Neul

Ini benar-benar malam terindah yang pernah ku rasakan bersama Ha Neul

“Hiks… opera sabun” gumam Jeongmin sambil pura-pura menangis
“Ne… benar” angguk Bora

Aku melepaskan pelukan ku dan menghampiri Jeongmin

“Jeongmin, mianhae selama ini aku jutek pada mu. Aku kira kau benar-benar menyukai Ha Neul” kata ku
“Ne… gwenchana. Aku mengerti… dan jangan sebut aku keriting lagi ne !!!” kata nya sambil meletakkan telunjuk nya dihidung ku. Aku menepis jari nya
“Ne…ne… cerewet !” ledek ku
“Dan Bora… mianhae karena sudah berteriak-teriak pada mu tadi. Aku benar-benar emosi saat kau menjelek kan Ha Neul dihadapan ku” aku beralih ke Bora
“Ne, gwenchana… itu semua juga gara-gara aku yang membuat mu kesal. Hehehe” kekeh Bora

“Gomawo semua nya !!!!!” seru ku sambil memeluk kedua teman ku. Jeongmin dan Bora
“Huuee aku tidak diajak !” protes Ha Neul
“Ehehehehe sini yeobo… gabung…” ajak ku. Ha Neul tersenyum dan bergabung dengan kami. Kami berempat berpelukan bersama

Hah~ akhirnya semua berakhir bahagia. Aku dan Ha Neul, sudah tidak menjadi sahabat lagi… tapi menjadi sepasang kekasih ^^ terima kasih tuhan, terima kasih author #Plakk #Ralat xD ehehehe



THE END~~
 jangan lupa RCL yaaa ^^

0 komentar:

Posting Komentar